Hukum Pengeroyokan Dalam KUHP

Pernah mendengar kabar mengenai kasus pengeroyokan? Misal, si A dikeroyok orang, Si B dan teman-temannya mengeroyok si A, Si B dan dan teman-temannya dilaporkan kasus pengeroyokan ke Polisi, dan seterusnya. Mari kita bahas mengenai pidana pengeroyokan dan Pasalnya.

Istilah kata pengeroyokan sebenarnya tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yang diatur dalam KUHP adalah kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama yang mana pelakunya lebih dari satu orang dan dilakukan di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Oleh karenanya setiap kasus pengeroyokan yang dilaporkan ke Polisi pasti diterapkan Pasal 170 KUHP. Berikut bunyi lengkap Pasalnya :

Pasal 170 KUHP:

(1) Barangsiapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara
selama-lamanya 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

(2) Tersalah dihukum :
ke-1. Dengan penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun, jika ia dengan sengaja merusakkan barang atau jika
kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka ;
Ke-2. Dengan penjara selama-lamanya 9 (sembilan) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan luka berat pada tubuh ;
Ke-3. Dengan penjara selama-lamanya 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan itu menyebabkan matinya orang.

(3) Pasal 89 KUHP tidak berlaku.

Dari ketentuan Pasal 170 KUHP tersebut sangat jelas bahwa supaya pelaku bisa dituntut dengan Pasal 170 KUHP maka pelaku kekerasannya harus lebih dari satu orang. Kalau pelaku kekerasannya hanya satu orang maka bukan Pasal 170 yang diterapkan, melainkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kemudian kekerasan itu dilakukan di muka umum, artinya tempat dimana banyak orang yang melihat peristiwa kekerasan tersebut.

Kemudian mengenai ancaman hukumannya juga berbeda dalam Pasal 170 KUHP tersebut. Jika kekerasan itu mengakibatkan luka maka ancaman hukumannya 7 tahun. Jika mengakibatkan luka berat maka ancaman hukumannya adalah 9 tahun. Sedangkan jka mengakibatkan korban meninggal dunia maka ancaman hukumannya 12 tahun. Jadi ancaman hukuman terhadap pelaku kekerasan bersama-sama (pengeroyokan) tergantung luka yang dialami korban.

Jadi kesimpulannya, pengeroyakan adalah tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan di muka umum yang mana pelakunya bisa dikenakan Pasal 170 KUHP.

Toni, S.H.

6 Comments

  • SUKMA LINGGA JATI

    CARA MENDENDA PELAKU KEKERASAN

  • Hendro

    Selamat siang pak, salam kenal

    Rgd
    Hendro
    08128466690

  • Miranda Yulianti

    untuk terdakwa pasal 170 KUHP, bila sudah mendapat surat perdamaian dari korban dan menunggu surat penangguhan penahanan dari polisi, kira” bila disidang berapa tahun masa kurungan yang akan dikenakan??

  • putra

    Selamt sore pk sy mau konsultasi, kronologi: kakak sy lg bersih2 halaman mushola dn dekat mushola itu ada teman”nya yg lg pada main bola dn tiba2 ada org kampung sebelah sekitar 7-10 org Dtg dn yg 2 org nyamperin ke lapangan dn akhirnya berantem dn kakak sy yg saat itu sedang bersihin halaman mushola bermaksud misahin temanya yg sedang berantem tp kaka sy malah ikut di serang krn kaka sy membawa arit yg saat itu di pakai utk babat rumput akhirnya arit itu di sabetin ke org kmpung sebelah, yg sy mau tanyakan apakh kakak sy bs di kenakan pasal 170 krn udh 2 bulan ini menjalani hukumn dn tggl 16-01-2018 akn sidang tks

  • Anonim

    Selamat, siang mohon waktu sebentar ini ada kasus pengeroyokan di kenakan pasal 170 KUHP .tetapi pihak korban setelah visum lukaringan , kira” berapa hukuman bagi para pelaku ? Terima kasih atas penjelasanya

  • Anonim

    Selamat, siang mohon waktu sebentar ini ada kasus pengeroyokan di kenakan pasal 170 KUHP .tetapi pihak korban setelah visum lukaringan , kira” berapa hukuman bagi para pelaku ? Terima kasih atas penjelasanya

  • Write a Comment