Tanah sengketa, itulah yang sering kita dengar jika ada tanah yang sedang bermasalah atau sedang diperebutkan kepemilikannya. Saling mengklaim kepemilikan atau saling merasa berhak atas tanah dengan dasar surat yang dimilikinya masih-masing membuat permasalahan tanah kian memanas. Yang sering kita jumpai adalah sengketa tanah dengan surat girik melawan girik, girik melawan sertifikat, sertifikat melawan sertifikat, bahkan hanya dengan bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) melawan sertifikat.

Lalu siapa yang lebih kuat atau lebih berhak dengan berbagai surat tanah yang dimilikinya tersebut? Sertifikat? Belum tentu, karena harus dipastikan dulu cara memperolehnya bagaimana, diperoleh dengan cara-cara yang diatur dalam peraturan pertanahan tidak, diperoleh dari pemilik yang sah tidak.

Kalau begitu girik lebih kuat? belum tentu juga, karena harus dipastikan dahulu giriknya tercatat tidak di buku letter C Desa/Kelurahan, sudah terjadi mutasi belum di catatan buku letter C Desa/Kelurahan, persilnya pas tidak antara girik dengan tanah yang diklaim, riwayat tanahnya nyambung tidak sampai ke pemegang girik. Diperlukan ilmu dan pengalaman yang mumpuni untuk menangani kasus tanah agar penyelesaiannya efektif dan efisien. Jika tidak maka penyelesaian kasus tanah menjadi lama dan berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

Denagn ilmu dan pengalaman dalam menangani kasus pertanahan, Toni, SH & Partners selalu mengedepankan solusi hukum yang efektif dan efisien untuk keberhasilan dan kepuasan klien. Banyak sekali kasus yang sebenarnya sederhana namun akhirnya jadi berkepanjangan tidak selesai-selesai karena salah langkah dalam menyelesaikannya. Teliti dalam menganalisa masalah, tepat dalam menerapkan aturan hukum, cepat dan tepat dalam bertindak, maka kasus dipastikan bisa selesai dengan cepat, efektif dan efisien. Pastikan kasus Anda ditangani secara tepat. Pastikan pula kasus Anda ditangani oleh Pengacara yang tepat.