Sulap Gagal Ada Korban, Bagaimana Hukumnya?

Dua hari ini ramai pemberitaan mengenai sulap yang gagal sehingga diduga memakan korban jiwa. Ya Pesulap ternama yang tampil dalam acara SCTV Awards Rabu malam, 29 Nopember 2017 itu memainkan aksi sulap yang sangat membahayakan. Namanya “The Death Drop”. Permainan ini Pesulapnya masuk ke dalam peti dalam keadaan tangan terikat. Peti dikunci dan digantung. Kemudian petinya dijatuhkan ke bawah dengan digantung tali dimana di bawahnya terdapat besi runcing yang tajam. Targetnya adalah Pesulap sudah berhasil membebaskan diri dari dalam peti terkunci itu sebelum peti jatuh ke bawah mengena besi runcing yang tajam itu.

Naas, peti yang digantung itu sepertinya jatuh ke bawah di luar perhitungan. Gubrak…!!! Ternyata peti itu di dalamnya masih ada orangnya namun bukan Pesulap melainkan peran pengganti (stuntman). Stuntman pun terluka parah. Detik.com, Jumat, 1 Desember 2017 memberitakan akibat sulap yang gagal tersebut, Stuntman dikabarkan mengalami patah tulang rusuk, paru-parunya bolong, dan pendarahan di bokong serta sempat kehilangan denyut jantung. Stuntman saat ini masih dirawat di ICU RS Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat.

Nah bagaimana hukumnya terhadap peristiwa tersebut?

Jika korban melapor maka Pasal pidana yang diterapkan adalah Pasal kelalaian (kealpaan).

Kalau korbannya meninggal dunia maka dikenakan Pasal 359 KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain meninggal, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Kalau korbannya mengalami luka berat dikenakan Pasal 360 ayat (1) KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka berat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dan kalau korbannya mengalami luka ringan tetapi menjadi sakit atau tidak dapat beraktivitas sementara maka dikenakan Pasal 360 ayat (2) KUHP yang berbunyi :

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaannya sementara, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.”

Luka yang dialami Stuntman dalam peristiwa sulap tersebut adalah luka berat karena beberapa organ tubuh korban mengalami kerusakan yang bisa berakibat cacat seumur hidup. Oleh karenanya nanti Pasal yang dikenakan adalah Pasal 360 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Kemudian kenapa dikenakan Pasal pidana kelalaian atau kealpaan? Karena peristiwa tersebut adalah peristiwa kecelakaan, bukan kesengajaan. Kalau disengaja Pasalnya beda lagi yaitu Pasal 351 KUHP (Penganiayaan). Dalam kecelakaan tersebut ada kelalaian atau kealpaan (delik culpa) yang mengakibatkan seseorang Luka berat.

Menurut SR Sianturi (1983), kealpaan pada dasarnya adalah kekurang hati- hatian atau lalai, kurang waspada, semberono, teledor, kurang menggunakan ingatan, khilaf. Kalau saja hati-hati, waspada atau ingat maka peristiwa sulap yang mengakibatkan korban luka berat itu tidak akan terjadi atau bisa dicegah.

Lalu siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum atas peristiwa sulap yang mengakibatkan korban luka berat itu? Penyidik Kepolisian lah nanti yang akan menentukan siapa saja yang harus bertanggung jawab secara hukum setelah melaui hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, tentunya korban atau Kuasa Hukumnya dalam peristiwa naas tersebut harus melaporkan dulu ke Polisi.

Toni, S.H.

Write a Comment