Terlapor, Langsung Ditangkap Atau Dipanggil Dahulu?

 

Masyarakat seringkali merasa kebingungan jika sudah urusan dengan Polisi, baik masyarakat sebagai pelapor maupun masyarakat sebagai terlapor (orang yang dilaporkan ke Polisi karena diduga melakukan tindak pidana). Mereka merasa bingung biasanya terkait tindakan Polisi atau Penyidik terhadap terlapor atas adanya laporan Polisi. Pelapor berfikir, kenapa tidak langsung ditangkap ya pelakunya?  Sementara terlapor juga bisa berfikir, kenapa langsung ditangkap ya, tidak dilakukan pemanggilan terlebih dahulu. Lalu mana yang benar? Langsung ditangkap atau dilakukan pemanggilan terlebih dahulu?

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP (UU No. 8 Tahun 1981), tidak mengatur mekanisme mengenai apakah seseorang yang diduga melakukan tindak pidana itu langsung ditangkap atau dipanggil terlebih dahulu. Yang diatur dalam KUHAP Pasal 17 adalah, menangkap seseorang yang diduga keras melakukan tindak pidana harus didasari dengan bukti permulaan yang cukup dan disertai surat perintah penangkapan. (Baca : Prosedur Penangkapan Tersangka).

Berdasarkan ketentuan Pasal 17 KUHAP tersebut, dapat dipahami bahwa jika seseorang yang dilaporkan ke Polisi kemudian langsung ditangkap tanpa dipanggil terlebih dahulu berarti Penyidik sudah menemukan bukti permulaan yang cukup, tentunya setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dan sebaliknya, jika seseorang yang dilaporkan Polisi itu tidak langsung ditangkap melainkan dilakukan pemanggilan terlebih dahulu berarti Penyidik belum menemukan bukti permulaan yang cukup atas peristiwa tindak pidana yang dilaporkan. Karena pengkapan hanya dilakukan dengan dasar bukti permulaan yang cukup.

Berarti bukti permulaan yang cukup lah penentunya apakah seseorang yang dilaporkan ke Polisi itu langsung ditangkap atau dipanggil terlebih dahulu. Contoh kasus Jessica Kumala Wongso dalam kasus kopi bersianida, ia langsung ditangkap tanpa pemanggilan terlebih dahulu karena Penyidik meyakini sudah menemukan bukti permulaan yang cukup sehingga Penyidik berani menerbitkan surat perintah penangkapan dan langsung melakukan penangkapan.

Lalu bagaimana kalau belum ditemukan bukti permulaan yang cukup terhadap seseorang yang dilaporkan melakukan tindak pidana? Tentunya dilakukan pemanggilan oleh Penyidik. Mekanisme pemanggilan tersebut diatur dalam Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2012 (Perkap 14/2012) tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

Dalam Pasal 27 Perkap 14/2012 diatur bahwa pemanggilan dilakukan secara tertulis sampai dua kali, jika tidak datang maka berikutnya Penyidik membawa paksa terlapor. Berikut selengkapnya bunyi Pasal 27 Perkap 14/2012 :

Pasal 27

(1) Pemanggilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a dilakukan secara tertulis dengan menerbitkan surat       panggilan atas dasar Laporan Polisi, laporan hasil penyelidikan, dan pengembangan hasil pemeriksaan yang                 tertuang dalam berita acara.

(2) Surat panggilan ditandatangani oleh penyidik atau atasan penyidik selaku penyidik.

(3) Surat panggilan disampaikan dengan memperhitungkan tenggang waktu yang cukup paling lambat 3 (tiga) hari         sudah diterima sebelum waktu untuk datang memenuhi panggilan.

(4) Surat panggilan sedapat mungkin diserahkan kepada yang bersangkutan disertai dengan tanda terima, kecuali           dalam hal:

a. Yang bersangkutan tidak ada di tempat, surat panggilan diserahkan melalui keluarganya, kuasa hukum, ketua             RT/RW/lingkungan, atau kepala desa atau orang lain yang dapat menjamin bahwa surat panggilan tersebut                 segera akan disampaikan kepada yang bersangkutan; dan

b. Seseorang yang dipanggil berada di luar wilayah hukum kesatuan Polri yang memanggil, maka surat panggilan           dapat disampaikan melalui kesatuan Polri tempat tinggal yang bersangkutan atau dikirimkan melalui pos/jasa           pengiriman surat dengan disertai bukti penerimaan pengiriman.

(5) Dalam hal yang dipanggil tidak datang kepada penyidik tanpa alasan yang sah, penyidik membuat surat                       panggilan kedua.

(6) Apabila panggilan kedua tidak datang sesuai waktu yang telah ditetapkan, penyidik menerbitkan surat perintah         membawa.

Membawa itu bukan berarti ditangkap. Membawa sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (6) adalah membawa untuk diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi terlapor. Jika setelah diperiksa sebagai saksi terlapor kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup maka berikutnya Penyidik  bisa langsung menetapkan sebagai tersangka, menerbitkan surat perintah penangkapan dan melakukan penangkapan. Namun sebaliknya jika setelah dilakukan pemeriksaan Penyidik belum menemukan bukti permulaan yang cukup maka saksi terlapor tersebut diperbolehkan pulang dan statusnya masih sebagai saksi terlapor.

Itulah mekanisme mengenai tindakan Penyidik terhadap seseorang yang dilaporkan Polisi karena diduga melakukan tindak pidana apakah langsung ditangkap atau dilakukan pemanggilan terlebih dahulu.

Toni, S.H.

 

5 Comments

  • Yesi Yohana

    Selamat malam pak
    Pak jika pelapor melaporkan 1 keluarga terdiri 5 orang melakukan tindak kekerasan, padahal keluarga itu tidak melakukan hal kekerasan, tetapi pihak pelapor tetap melaporkan ke polisi, sehingga dlm waktu 2 bulan ada surat panggilan untuk 1 nama org tua dan 1 bulan surat panggilan untuk 1 nama anaknya, pihak polisi memberi waktu selama 2 minggu untuk damai dan membayar 15jt, jika dlm wktu 2 minggu itu tdk membayar akan ditangkap.
    Apakah kasus akan berlanjut jika keterangan sudah diberikan dan tdk membayar 15jt oleh terlapor, walaupun sdh memberi keterangan yg sebenarnya dan tdk bersalah ??

  • Alfi

    Bisakah seseorang dikatakan tersangka tanpa barang bukti?

  • Hendrik Utama

    Jika nama Lengkap saya di KTP dan nama panggilan berbeda ,

    Sedangkan pihak Polri hanya mengirim surat panggilan berdasarkan nama panggilan

    Apakah sah pemangilan ke saya untuk diperiksa ? Thx u

  • hendro

    pak saya mohon petunjuk ada kasus ponakan saya melaporkan org yg menganiaya nya secara bersama sama yg mengakibatkan luka ,setelah diperiksa saksi2 setelah 2bln lebih dtglh sp2hp dari penyidik yg menerangkan saksi terlapor sudah dinaikkan stts nya sebagai tersangka tapi belum ditahan pak sampai skrg . masih dilakukan pemanggilan sampai 2 kali baru ktnya nanti pemanggilan ketiga dijemput ..bingung saya pak mohon petunjuknya pak ,terimakasih

  • Febriyanti

    Pak saya mau bertanya…
    Apakah bisa BAP di pindahkan ke daerah domisili terlapor??
    Karena saya dilaporkan di daerah yang cukup jauh dari daerah saya tinggal…

  • Write a Comment